Anomali knowledge

"Iman itu harus berbuah, sehingga orang disekitarnya dapat merasakan kelezatan iman" - Salim A. Fillah -

Rabu, 03 Februari 2016

Macam Macam Thermometer



taman alat stmkg

Hi sobat anomali, kali ini ane akan berbagi tentang salah satu alat ukur. Yup alat ukur suhu yaitu thermometer (udah liat judulnya kali ya makanya tu, woke no problem). Alat ini memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Sejak SD sering kita dengar alat ukur ini dan sering kita gunakan untuk mengukur suhu tubuh kita. Betapa pentingnya alat ini di kehiduapan sehari hari bahkan alat ukur ini hampir selalu menjadi soal Ujian Nasional (nyusahin aja , dasar thermometer).

Setelah saya masuk STMKG, saya baru tahu bahwasanya thermometer itu ada banyak jenis nya. Sesuai fungsinya. Dan betapa penting nya alat ini. Mengapa ? karena alat ini memegang tanggung jawab yang besar yaitu mengukur suhu rata rata bumi dalam jangka waktu tertentu. Sehingga ketika kita tahu adanya perubahan perubahan suhu yang tidak stabil. Dan langkah selanjutnya kita tahu apa yang haru kita perbuat atau kita dapat mengontrol aktivitas kita agar tidak terjadi kenaikan suhu. luar biasa ya ... saya bersyukur bisa ikut berpartisipasi dalam tanggung jawab yang besar ini (asseeeekkk)

langsung saja ini beberapa dasar pengetahuan tentang thermometer. check it out !!!

Temperatur adalah kondisi yang menentukan besaran dari total perpindahan panas antara dua buah benda. Dalam sebuah system, dapat dikatakan bahwa benda yang  Kehilangan panasnya ke benda lain berarti benda tersebut memiliki temperature  yang lebih tinggi (WMO no.8, chapter 2).

Dalam thermodinamika, satuan temperatur yang digunakan adalah derajat kelvin (0K),  Namun dalam pengamatan meteorologi digunakan derajat celcius (0C) – sesuai dengan International Temperature Scale (ITS)-1990, dan standar yang digunakan dalan annex. Konversi antara satuan kelvin (T)  dan celcius (t) adalah sebagai berikut:

                                    t = T – 273.15

Persyaratan meteorologi untuk pengukuran temperatur yang utama adalah:

1.     Suhu udara dekat permukaan tanah

2.     Suhu udara di permukaan tanah

3.     Suhu tanah dalam beberapa kedalaman

4.     Suhu permukaan laut atau danau

5.     Suhu lapisan udara atas.

ALAT UKUR TEMPERATUR UDARA

1.     Thermometer Bola Basah Bola Kering

2.     Thermometer Maksimum

3.     Thermometer Minimum

4.     Thermograph

5.     Thermometer  Tanah

6.     Thermometer  Apung

 untuk post selanjutnya insya Allah saya akan bahas satu satu berdasarkan beberapa referensi dan apa yang sudah saya pelajari .... assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh , salam anomali ....
Share:

Rabu, 11 November 2015

Semangat Menuntut Ilmu


Semangat Menuntut Ilmu

Oleh : Dany Pangestu

Belajarlah banyak dari pengalaman hidup mu

Reguk sebanyak mungkin hikmah dari sekitarmu

Ambil pengalaman dari sesama

Pelajari beragam ilmu

 ( Ahmad Rifa’i Rif’an )
 pelabuhan tanjung priok , nama kapal "lupa" hehehe ....


Memang banyak pelajaran pelajaran yang bisa kita raih dari pengalaman kita sendiri ataupun orang lain. Setiap orang mempunyai kisah kisah yang berbeda beda dalam hidupnya. Hanya saja masih banyak dari kita yang masih belum bijak dalam memaknai esensi hidup ini. Beragam aktivitas telah dilakukannya tetapi sungguh sedikit yang didapatkannya. Cobaan datang silih berganti tetapi tapi apa daya tidak ada perubahan pada diri ini. Masa lalu telah luput tetapi galau tetap berlanjut. Hehehe. Memang begitulah jika kita melakukan aktivitas tanpa didasari oleh ilmu. Sama halnya seperti beriman kepada Allah SWT tanpa didasari dengan ilmu, itu hanya akan menambah mudharat saja. Contoh seorang pemuda mau sholat shubuh. Karena dia pikir jika menambah jumlah raka’at sholat akan menambah pahalanya maka dia pun melakukan sholat shubuh 4 raka’at. Ini pemuda atau anak anak sih hahaha.

Menuntut ilmu , derajat ditinggikan oleh Allah SWT         

            Pribadi yang berilmu tentu banyak memiliki ketidaksamaan dengan orang yang tidak berilmu. Allah janji itu. Janji itu tertera di Q.S Al mujadalah : 11. Mereka yang berilmu mempunyai visi dan misi yang jelas dalam hidupnya sehingga dia tahu apa yang harus dia perbuat untuk melaksanakan visi dan misi nya , apalagi dia mengistimewakan visi misi nya hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Nah , sedangkan orang yang tidak berilmu kebanyakan hidupnya tidak teratur atau terombang ambing. Dia tak tahu harus kemana. Ketika orang kesana dia ikut, ketika orang kesini dia ikut. Dalam islam, istilah inilah yang disebut taklid. Hanya ikut ikut saja tanpa tahu dasar apa yang telah dipegang teguh untuk melakukan sesuatu.

Allah SWT berfirman dalam kitab suci Al-Qur’an

 “Allah akan meninggikan orang orang yang beriman di antaramu dan orang orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” Q.S Al mujadalah : 11

Menuntut ilmu , hukumnya WAJIB

            Dalam Islam menuntut ilmu hukumnya wajib. Pribadi muslim haruslah menjadi pribadi berilmu dan berintelektual. Menjadi pribadi berlimu dan berintelektual bukan lah karakter yang dibawa dari keturunan secara lahiriah , melainkan harus diasah dengan belajar tekun. Walaupun beberapa penelitian mengatakan tingkat kecerdasan anak dipengaruhi oleh faktor gen orang tua terutama dari gen ibu, bukan berarti kita tidak perlu bersusah payah dalam memaknai sesuatu ilmu. Perlu didukung oleh usahanya sendiri yaitu dengan belajar dan belajar. Gen dari orang tua hanyalah pendukung pada usaha kita dalam proses belajar. Intinya adalah kerja keras. Dan islam mengajarkan kepada kita bahwasanya kewajiban menuntut ilmu itu tidak memandang gender. Wajib bagi laki laki maupun perempuan. Tidak ada batasan batasan istimewa yang diberi kepada kaum wanita dalam hal menuntut ilmu. Mereka tetap wajib menuntut ilmu.

Dalam hadistnya Rasulullah SAW bersabda :

“ Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat”  (HR. ibnu Abdil Bari)

Menuntut ilmu , mempermudah masuk surga

            Sungguh kenaifan tak terkira jika kita menginginkan surga , tapi kita justru mengabaikan apa yang menjadi syarat masuk ke surga. Betapa banyak orang yang ingin masuk surga , tapi apa daya kita menghabiskan umur hanya untuk berhura hura. Betapa banyak pula orang yang tidak ingin masuk neraka, tapi apa daya perbuatannya sering menjerumus ke dosa. Astaghfirullah. Ya begitulah manusia. Ada kalanya semangat ibadah sedang memuncak, kemudian menurun , kemudian naik lagi. Ada kalanya juga semangat ibadah lagi meningkat , kemudian menurun , dan turun lagi. Gak naik naik kembali. Ada manusia seperti itu ? Ada. Memang diperlukan keistiqomahan hati dalam beribadah kepada Allah SWT. Dengan ilmu akan memudahkan kita dalam mengistiqomahkan diri untuk beribadah kepada Allah SWT. Sehingga jika istiqomah beribadah kepada Allah sudah melekat pada diri kita insya Allah kita akan mendapatkan surganya di akhirat kelak , aamiin.

Seperti yang disabdakan oleh baginda Rasulullah SAW

“Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu , Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga “ (HR Muslim)

Dan

“Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia , maka ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehidupan akhirat maka itupun harus dengan ilmu dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka itupun harus dengan ilmu” (HR Thabrani)
Share:

Raih Prestasi Masa Muda


Tundukkan Manja , Kerahkan tenaga , Raih Prestasi Masa Muda

By : Dany Pangestu

Meteorologi 1C

Beri aku 10 pemuda maka akan kuguncangkan dunia.

Begitu kata presiden pertama kita, yang berani dan gagah.

Dan semangat berkobar dalam meraih kemerdekaan Negara.

Tapi  apa daya pemuda kita sibuk di dunia maya

bukan teriak merdeka !! ataupun teriak bangkitlah !!!

 tetapi teriak  like ya kaka !! ataupun folback ya kaka !!

ah sudahlah !!!

dunia ini penuh canda tawa

tak sadarkan sedang memainkan peran luar yang biasa

peran sandiwara

yang di scenario kan oleh sang Maha Kuasa

yaitu  sebagai pemimpin atau khalifah.

wahai pemuda , tebarkan manfaat kepada sesama

kurangi perbuatan sia sia

dan perbanyak ibadah

kelak kau kan bahagia di dunia dan akhirat kelak sana

jangan engkau melayang ketika dipuja

dan jangan pula engkau jatuh ketika dicerca

maju terus layaknya ksatria

ksatria perang yang tak henti melewati musuh yang menghadangnya

tak masalah bidang apa yang sedang kau telaah

entah itu meteorologi , pajak ataupun statistika

dan sebagainya

jika engkau niatkan tuk  kontribusi  Negara dan ibadah

maka engkau sudah cukup melewati pribadi yang biasa biasa saja

jika engkau tidak ingin kerepotan di masa tua

maka persiapkan lah semua di masa muda

tundukkan manja

kerahkan tenaga

raih prestasi masa muda

buah batu , bandung , 7 november 2015
Share:

Minggu, 01 November 2015

Cepat Tanggap Hadapai Perilaku Cuaca Signifikan

CEPAT TANGGAP HADAPI PERILAKU CUACA SIGNIFIKAN
Oleh : Dany Pangestu


Karakteristik cuaca dan iklim Indonesia
Wilayah Indonesia terletak di daerah khatulistiwa serta di dua benua dan dua lautan yang  menyebabkan terjadinya  kondisi cuaca , iklim dan alam yang cukup signifikan dan khas dibanding negara Negara  yang berada belahan bumi utara dan selatan. Gugusan pulau kecil maupun pulau besar di Indonesia membawa dampak meteorologi, klimatologi dan geofisika yang tidak sama di setiap tempat.
Peningkatan laju pembangunan  serta peningkatan penggunaan gas rumah kaca berbanding lurus dengan peningkatan suhu rata rata di Indonesia.  Berdasarkan data  BMKG yang ada disebutkan bahwasanya  dalam 10 tahun terakhir ini terjadi peningkatan suhu rata rata di Indonesia sebesar 0.85o C sehingga adanya pergesaran pola iklim dan cuaca di Indonesia dari kondisi biasanya. Kondisi ini menyebabkan Indonesia sangat rentan terhadap bencana. Bencana alam memang tidak dapat dihindari tetapi kita dapat meminimalisir dari resiko bencana. Besarnya resiko bencana yang dihasilkan sering dikaitkan dengan kurang pahamnya masyarakat akan karakteristik terjadinya bencana , tidak tersedianya sistem peringatan dini yang handal,  ketidakberdayaan masyarakat dalam mengahadapi bencana dan menurun nya tingkat daya dukung alam. Oleh karena di butuhkan ketersediaan informasi di bidang meteorologi, klimatologi dan geofisika yang cepat, tepat, akurat, tersebar luas dan mudah dipahami oleh masyarakat. Itulah motto BMKG yang sering dikumandangkan kepada khalayak masyarakat dan motto  inilah yang  menjadikan tantangan tersediri bagi observer dan forecaster di BMKG Indonesia sebagai agent of climate change.

Sistem peringatan dini di Indonesia
Melihat kondisi fenomena fenomena signifikan yang terjadi di Indonesia sudah menjadi keharusan bagi BMKG untuk terus meningkatkan layanan meteorologi, klimatologi dan geofisika dan kualitas udara. Untuk itu BMKG telah membangun sistem gawar dini cuaca (Meteorological Early Warning System), sistem gawar dini tsunami (Indonesia Tsunami Early Warning System), sistem gawar dini iklim (Climatological Early Warning System) Pusat Pemantau Siklon Tropis (Tropical Cyclone Centre).
MEWS adalah salah satu peringatan gawar dini dengan kepanjangan Meteorological Early Warning System. Layanan ini di bentuk oleh BMKG dalam upaya antisipasi resiko dari perilaku cuaca yang terjadi. Sistem ini mampu memberikan peringatan dini terhadap perilaku cuaca yang signifikan kepada masyarakat. Sistem ini bekerja melalui citra satelit  untuk mempermudah dalam melakukan pengamatan cuaca secara visual dan real time. Salah satunya produk HIMAWARI-8 , satelit buatan jepang yang sudah bekerja sama yang dengan BMKG. Satelit HIMAWARI-8 mampu menghasilkan data data yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, satelit ini mampu melaporkan ; jenis awan, potensi hujan, kanal visible, kanal IR3 water vapor dan vektor angin.

Peran publik sangat dibutuhkan !!!
Pemerintah sudah menyediakan informasi cuaca seluas luasnya dan selengkap lengkapnya kepada publik sehingga publik  tidak perlu khawatir lagi untuk mendapatkan informasi tentang cuaca karena informasi tersebut sudah mudah diperoleh dan mudah dipahami. Apalagi di tahun 2017 BMKG akan mengadakan peng-otomatisasi alat alat meterorologi,klimatologi dan geofisika guna mendapatkan data data yang lebih tepat dan akurat dibanding sebelumnya .Hal ini cukup memberikan harapan yang  positif kepada masyarakat sehingga paradigma bahwa sulitnya mendapatkan informasi cuaca diharapkan perlahan mulai sirna. Hanya saja keterlibatan dan peran dari publik terhadap informasi cuaca saat ini masih terlihat minim. Partisipasi masyarakat Indonesia terhadap penyebaran informasi cuaca kepada masyarakat lainnya terutama  yang memiliki keterbatasan dalam hal informasi masih kurang. Padahal semua pihak memiliki tanggung jawab dan peran dalam hal penyebaran informasi cuaca guna penyebarluasan informasi bidang cuaca, iklim dan kegempaan dapat berjalan baik dan berkesinambungan

Share:

Sabtu, 31 Oktober 2015

Puisi Negeri Asap

Negeri Asap
Dany pangestu




Wahai negri ku
Kemana kah dirimu yg dulu
Penuh keindahan di setiap diri ini berlabuh
Tak sadarkah engkau telah berubah
Ada jeritan di sebuah daerah
Tepat dimana disebut paru2 dunia
Wahai negri ku
Bukan kenaifan tak terkira jika cobaan datang silih berganti
Itu hanya penghapus dosa pada diri ini
Sungguh bukan itu lah yg kutakutkan
Ku takut ketika negri ini tak pandai
mengoreksi diri
Merasa suci
Padahal tidak lain tidak bukan kita hanya kertas hitam yg awalnya putih
Hitam akibat api api dosa
Yang tak sadarkan bahwa api itu membinasakannya
Perlahan tapi pasti
Hangus akan api
Asap pun tak bisa dipungkiri
Wahai negriku
Kurasa asap mulai muncul
Pertanda dosa mulai berkumpul
Berkumpul menjadi satu dimana moral semakin tumpul
Istighfar lah kawan !!
Nikmat bertebaran
Tapi apa daya kita malah mengkufurkan
Indahnya hutan hutan
Wahai negriku
Sudah cukup menyalahkan komandan negri ini
Karena dia sibuk kunjungan ke luar negri
Kesana kemari
Cukup koreksi diri
Berilah apa yg bisa kau beri
Entah itu masker ataupun konsumsi
Wahai negriku
Kusempatkan menulis ini selama satu jam
Tak pandai aku menulis kata kata indah ataupun kejam
Ku hanya bisa mengajak
Rawatlah ibu pertiwi hingga kita punya anak
Tidak !! Hingga akhir hayat ini
Dari hal kecil kan mulai
Hingga kusadari
Ada perubahan besar pada negri ini
Wahai negri ku
Kemana kah dirimu yg dulu


~ wadas3 gg kenangga no4 , 1 november 2015
Share:

Selasa, 03 Februari 2015

Berbahayakah Funnel Cloud ?


FUNNEL CLOUD


jika ditanya berbahayakah funnel cloud ini ? jelaslah jawabannya iya (kalo dilihat dari gambar diatas sih lumayan mengerikan). Nah funnel cloud ini menjadi bahasan yang menarik bagi scientist, meteorologyst dan yang jelas bukan ISIS. Dan saya yang masih awal awal mempelajari kondisi ini berusaha berbagi apa yang telah saya dapatkan kita saya duduk di semester 1  STMKG. Semoga bermanfaat dan dengan kerendahan hati saya meminta saran dan kritik nya dari para pembaca yang telah paham bentuk tentang funnel cloud ini.

Funnel cloud adalah pusaran kolom udara yang sangat kuat tetapi belum sampai menyentuh permukaan dan berasal dari awan CB (cumulunimbus). Apanila sampai di permukaan funnel cloud bisa menjadi tornado dan apabila sampai di permukaan laut dapat disebut water spout

Funnel cloud ; ww = 19

Ciri ciri funnel cloud :

    1.      Mula mula tampak awan berbentuk seperti elalai yang menggantung pada awan CB

    2.      Jika ujungbagian bawahnya sampai di permukaan bumi maka akan menimbulkan kerusakan hebat terhadap apapun yang dilewati selain itu dapat terlempar jauh dari tempat asal benda tersebut

    3.      Mempunyai diameter kurang lebih 100 m , yang aktif kuat mencapai 1 km

    4.      Kecepatan pusat nya mencapai 500km/jam

    5.      Kecepatan pusarannya 50 km/jam

AWAN

Awan adalah partikel partikel air yang ada di atmosfer kemudian mengalami kondensasi.

Apa saja yang diamati ?

·        Jumlah awan yang menutupi langit tanpa memandang jenis awan (N)

·        Jenis awan

·        Tinggi awan (tinggi dasar dan puncak awan)

·        Sudut awan puncak

Jumlah awan yang menutupi langit tanpa memandang jenis awan bersandikan N , berasa di seksi 1 Nddff bersama arah dan kecepatan angina

Disisi observasi idealnya memandang langit jangan ada gedun gedung yang menghalang , harus di daerah terbuka dan langit tersebut bias berbentuk kubah

Tetapi cukup sulit untuk menemukan daerah yang tidak ada gedung kecuali bandara. Taman alat STMKG juga sebetulnya tidak ideal , karena ada bangunan yang tinggi seperti rada dll. Kalau dilihat di daerah sekitar , daerah yang baik untuk melihat awan adalah selatannya STMKG

Jadi cakrawala yang bebas ini bias dibuat bundaran yang bisa di bagi 4 seperti kuadran

                                                                               

Satu kuadran , jika awannya penuh maka nilanya 2/8 , tetapi jika ada sedikit saja celah langit kelihatan maka di nilai 1/8 .jika tidak dapat ditentukan maka N = 9


  

Share:

Sabtu, 27 Desember 2014

sumber sumber ajaran agama islam


Sumber sumber ajaran agama islam



·         Al Qur’an

·         Hadits

·         Dengan cara ijtihad


Al Qur’an dan sistematikanya

Al-Qur’an adalah sumber ajaran Islam yang utama. Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an dijaga dan dipelihara oleh Allah SWT, sesuai dengan firmannya sebagai berikut:

Artinya:

”Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr:9)

Al-Qur`an berasal dari bahasa arab yang artinya bacaan atau himpunan. Al-Qur`an berarti bacaan karena Al-Qur`an merupakan kitab yang wajib dibaca dan dipelajari, dan berarti himpunan karena Al-Qur`an merupakan himpunan firman – firman Allah SWT (wahyu). Menurut istilah, Al-Qur`an adalah kitab suci umat islam yang berisi firman-firman Allah SWT yang diwahyukan dalam bahasa arab kepada rasul/nabi terakhir Nabi Muhammad SAW, yang membacanya adalah ibadah.

Al Qur’an memiliki beberapa nama seperti :

v  Al-Kitab atau kitab Allah SWT, (Q.S. Al-Baqarah 2 : 2 ) ;

v  AI-Hudaa (Petunjuk)

v  Ar-Rahmah (Rahmat)

v  Ar-Ruuh (Ruh)

v  Asy-Syifaa' (Obat)

v  AI-Haq (Kebenaran)

v  Al-Bayaan (Penerangan)

v  Al-Furqan yang artinya pembeda antara benar dan salah (Q.S. Al-Furqan 25 : 1 )

v  Az-Zikr yang berarti peringatan (Q.S Al-Hijr 15 : 9 )

Sistematika Al Qur’an

Al-Qur’an yang menjadi sumber nilai dan norma umat Islam itu terbagi ke dalam 30 juz, 114 surah, 6666 ayat, 74.499 kata atau 325.345 huruf (lebih tepat dikatakan 325.345 suku kata jika dilihat dari sudut pandang bahasa Indonesia). Ayat-ayat Al-Qur’an tidak disusun secara serentak/bersamaan, namun berangsur-angsur. Lima ayat pertama diturunkan di gua hira’ pada malam 17 Ramadhan tahun pertama sebelum hijriah atau pada malam Nuzulul Qur’an ketika Nabi Muhammad berusia 40-41 tahun, sekarang terletak di surat al-Alaq (96) : 1-5. Ayat terakhir yang diturunkan di padang Arafah, ketika Nabi Muhammad berusia 63 tahun pada tanggal 9 zulhijah tahun ke-10 Hijrah, kini terletak di surat Al-Madinah (50) : 3.

Ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad masih tinggal di Mekah disebut ayat-ayat Makkiyah, sedangkan ayat-ayat yang turun setelah Nabi Muhammad pindah ke Madinah dinamakan ayat-ayat Madaniyah. Cirri-cirinya adalah :

Ayat-ayat Makkiyah pada umumnya pendek-pendek. Merupakan  19/30 dari seluruh isi Al-Qur’an, terdiri dari 86 surat, 4.780 ayat. Ayat-ayat Madaniyah pada umumnya panjang-panjang merupakan 11/30 dari seluruh isi Al-Qur’an, terdiri dari 28 surat, 1.456 ayat.

Ayat-ayat Makkiyah dimulai dengan kata-kata ya ayyuhannas (hai manusia). Sedangkan ayat-ayat Madaniyah dimulai dengan kata-kata ya ayyuhallazina amanu (hai orang-orang yang beriman).

Ayat-ayat Makkiyah pada umumnya mengenai tauhid yakni keyakinan pada kemaha Esaan Allah, hari kiamat, akhlak, dan kisah-kisah umat manusia di masa lalu, sedangkan ayat-ayat Madaniyah memuat soal-soal hukum, keadilan, masyarakat dan sebagainya.

Ayat-ayat Makkiyah diturunkan selama 12 tahun 13 hari, sedangkan ayat-ayat Madaniyah selama 10 tahun, 2 bulan 9 hari. Allah telah menjamin kemurnian dan kesucian Al-Qur’an, dalam surat Al-Hijr ayat 9

Isi Al Qur’an

v  Pokok-pokok keimanan (tauhid)

v  Petunjuk mengenai akidah yang harus diyakini oleh manusia

v  Prinsip-prinsip syari’ah

v  Janji atau kabar gembira kepada yang berbuat baik (basyir) dan ancaman siksa bagi yang berbuat dosa (nadzir).

v  Petunjuk tentang akhlak

v  Kisah-kisah sejarah

v  Dasar-dasar dan isyarat-isyarat ilmu pengetahuan

v  Berita tentang zaman yang akan datang

v  Hukum yang berlaku bagi alam semesta

Keutamaan membaca Al Qur’an

Orang-orang yang mahir dengan Al-Qur’an adalah beserta malaikat-malaikat yang suci dan mulia, sedangkan orang membaca Al-Qur’an dan kurang fasih lidahnya berat dan sulit membetulkannya maka baginya dapat dua pahala (HR. Muslim).

“Bacalah Al-Qur’an sebab di hari Kiamat nanti akan datang Al-Qur’an sebagai penolong bagi pembacanya”  (HR. Turmuzi).

As-Sunnah (Al-Hadits): fungsi dan artinya

Al-Hadits menurut pengertian bahasa ialah berita atau sesuatu yang baru. Dalam ilmu hadis istilah tersebut berarti segala perkataan, perbuatan dan sikap diam Nabi tanda setuju (taqrir). Para ahli hadis, umumnya menyamakan istilah hadis dengan istilah sunnah.

Dalam terminologi Islam, sunnah berarti perbuatan, perkataan dan keizinan Nabi Muhammad SAW (af’al, aqwal, dan taqrir). Al-Hadist adalah sumber kedua agama dan ajaran Islam setelah Al-Qur’an.

Peranan Al- Hadits

Sebagai sumber agama dan ajaran Islam, Al-Hadits mempunyai peranan yang penting setelah Al-Qur’an. Al-Qur’an sebagai kitab suci dan pedoman hidup umat Islam diturunkan pada umumnya dalam kata-kata yang perlu dirinci dan dijelaskan lebih lanjut, agar dapat dipahami dan diamalkan. Sebagai utusan Allah Nabi Muhammad SAW mempunyai wewenang menjelaskan dan merinci wahyu Allah yang bersifat umum. Sesuai firman Allah dalam surat An-Nahl (16) ayat 44:

“keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.”

Fungsi Al- Hadits

Fungsi :

v  Menguatkan dan menegaskan hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an

v  Menetapkan dan mengadakan hukum yang tidak disebutkan dalam Al-Qur’an

Contoh Hadits yang menerangkan ayat Al-Qu’an

Seperti hadits : “Shallu kamaa ro-aitumuni ushalli” (Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat) adalah merupakan tafsiran daripada ayat Al-Qur’an yang umum, yaitu : “Aqimush-shalah” (Kerjakan shalat).

Macam-macam As-Sunnah

ditinjau dari bentuknya :

v  Fi’li (perbuatan Nabi)

v  Qauli (perkataan Nabi)

v  Taqriri (persetujuan atau izin Nabi)

ditinjau dari segi jumlah orang-orang yang menyampaikannya :

v  Mutawir, yaitu yang diriwayatkan oleh orang banyak

v  Masyhur, diriwayatkan oleh banyak orang, tetapi tidak sampai (jumlahnya) kepada derajat mutawir

v  Ahad, yang diriwayatkan oleh satu orang.

ditinjau dari kualitasnya :

v  Shahih, yaitu hadits yang sehat, benar, dan sah

v  Hasan, yaitu hadits yang baik, memenuhi syarat shahih, tetapi dari segi hafalan pembawaannya yang kurang baik.

v  Dhaif, yaitu hadits yang lemah

v  Maudhu’, yaitu hadits yang palsu.

ditinjau dari segi diterima atau tidaknya :

v  Maqbul, yang diterima.

v  Mardud, yang ditolak.

Ijtihad

Ijtihad adalah usaha yang sungguh-sungguh yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang yang mempunyai ilmu pengetahuan dan pengalaman tertentu yang memenuhi syarat untuk mencari, menemukan, dan menetapkan nilai dan norma yang tidak jelas atau tidak terdapat patokannya di dalam al-Quran dan al-Hadits. Orang yang menetapkan hukum dengan jalan ini disebut mujtahid

Oleh karena itu, apabila ada suatu masalah yang hukumnya tidak terdapat di Al Quran maupun Hadist, maka diperintahkan untuk berijtihad dengan menggunakan akal pikiran dengan tetap mengacu kepada Al Quran dan Hadist

Syarat Menjadi Mujtahid

v  Menguasai bahasa Arab untuk dapat memahami al-Qur’an dan kitab-kitab hadits yang tertulis dalam bahasa Arab

v  Menguasai sumber-sumber hukum islam dan cara-cara (metode) menarik garis-garis hukum dari sumber-sumber hukum islam.

v  Menguasai dan mengetahui kaidah-kaidah fiqih.

v  Mengetahui rahasia dan tujuan-tujuan hukum islam.

v  Jujur dan ikhlas.

v  Menguasai ilmu-ilmu sosial (Antropologi, Sosiologi).

v  Dilakukan secara kolektif (jama’i) bersama para ahli disiplin ilmu lain

            

Macam Macam bentuk Ijtihad

v  Ijma’, menurut bahasa artinya sepakat, setuju, atau sependapat. Hasil dari Ijma’ adalah fatwa, yaitu keputusan bersama para ulama dan ahli agama yang berwenang untuk diikuti seluruh umat.

v  Qiyas yang berarti mengukur sesuatu dengan yang lain dan menyamakannya. Dengan kata lain Qiyas dapat diartikan pula sebagai suatu upaya untuk membandingkan suatu perkara dengan perkara lain yang mempunyai pokok masalah atau sebab akibat yang sama.

v  Istihsan yang berarti suatu proses perpindahan dari suatu Qiyas kepada Qiyas lainnya yang lebih kuat atau mengganti argumen dengan fakta yang dapat diterima untuk mencegah kemudharatan atau dapat diartikan pula menetapkan hukum suatu perkara yang menurut logika dapat dibenarkan.

v  Mushalat Murshalah, menurut bahasa berarti kesejahteraan umum. Adapum menurut istilah adalah perkara-perkara yang perlu dilakukan demi kemaslahatan manusia.

v  Sududz Dzariah, menurut bahasa berarti menutup jalan, sedangkan menurut istilah adalah tindakan memutuskan suatu yang mubah menjadi makruh atau haram demi kepentingan umat.

v  Istishab yang berarti melanjutkan berlakunya hukum yang telah ada dan telah ditetapkan di masa lalu hingga ada dalil yang mengubah kedudukan hukum tersebut.

v  Urf. berupa perbuatan yang dilakukan terus-menerus (adat), baik berupa perkataan maupun perbuatan
Share: