ASI dibentuk oleh kelenjar buah dada,
terjadi di dalam labulus (kelenjar air susu), lobulus-lobulus bergabung menjadi
lobus.
Apabila wanita telah mencapai usia
dewasa, estrogen dan progesteran menyebabkan berkembangnya fisik dan salah
satunya menyebabkan payudara berkembang dan membesar.
Selama kehamilan, peningkatan hormon
ini menstimulasi jaringan yang menyebabkan nyeri pada payudara, pembesaran dan
mengeluarkan kolostrum segera setelah lahir, jumlah estrogen dan progesteron
menurun dengan tiba-tiba, memicu kelenjar pitutary untuk menghasilkan prolaktin
dalam jumlah yang besar oleh karena itu, sekresi ASI segera timbul. Dengan segera
disusukan akan memacu lepasnya prolaktin dari hipofise anterior sehingga
sekresi ASI oleh kelenjar diperlancar. Dua hari pertama pasca persalinan,
mammae kadang-kadang dirasakan penuh dan sedikit sakit (eraogement).
Setelah sekitar 2 minggu, pembentukan ASI rata-rata berkisar 120-180 ml per menyusui. Rangsangan terhadap persiapan dan pengosongan secara teratur dari ductus menyebabkan tetap menghasilkan ASI untuk beberapa bulan bahkan tahun.
- Kalori 75 kal / 100 cc
- Lemak 3,8 %
- Protein 1,6%
- Laktosa 7%
- Mineral : 0,2%
- K : 57 mg%, Na : 15 gr%, Ca : 35 mg%
Komposisi ASI
- Lemak : 3,5 – 4,5 gr%
- Laktosa : 7 gr%
- Protein : 0,9%
0 komentar:
Posting Komentar